Selasa, 07 Maret 2017

KELOMPOK 2

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  LatarBelakang

Pendidikan merupakan suatu proses manusia agar kelak dapat menjalankan kehidupan dan memenuhi tujuan hidupnya secara lebih efektif dan efisien.Selain itu pendidikan juga menjadi sebuah kebutuhan dari setiap manusia.Hal itu menjadi kebutuhan karena dengan pendidikan manusiaakan dapat memecahkan masalah yang dihadapi dan menjadikan kualitas manusia tersebut lebih tinggi.
Proses dalam pendidikan yang dapat meningkatkan kualitas diri manusia adalah kegiatan belajar-mengajar. Pada proses belajar-mengajar ada yang menjadi orang yang belajar, yaitu siswa, serta ada yang mengajar, yaitu guru. Ada empat unsur utama proses belajar-mengajar, yang perlu disiapkan guru pada proses belajar-mengajar yaitu, tujuan, bahan,media, metode, dan penilaian. Tujuan sebagai arah dari proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah rumusan tingkah laku yang diharapkan dapat dikuasai oleh siswa setelah menerima atau menempuh pengalaman belajarnya. Bahan adalah seperangkat pengetahuan ilmiah yang dijabarkan dari kurikulum untuk disampaikan atau dibahas dalam proses belajar-mengajar agar sampai kepada tujuan yang telah ditetapkan.
Media adalahalatbantu proses belajar-mengajaruntukmenstimuluspikiran, perasaan, perhatian, dankemampuansiswa. Metodeadalahcaraatauteknik yang digunakandalammencapaitujuan.Sedangkanpenilaianadalahupayaatautindakanuntukmengetahuisejauhmanatujuan yang telahditetapkanitutercapaiatautidak. Dengan kata lain, penilaianberfungsisebagaialatuntukmengetahuikeberhasilan proses danhasilbelajarsiswa.Prosesadalahkegiatan yang dilakukanolehsiswadalamtujuanpengajaran, sedangkanhasilbelajaradalahkemampuan-kemapuan yang dimilikisiswasetelahiamenerimapengalamanbelajarnya. Dalamsistempendidikannasionalrumusantujuanpendidikan, baiktujuankurikulum maupuntujuaninstruksional, menggunakanklasifikasihasilbelajardari Benyamin S, Bloom yang secaragarisbesarmembaginyamenjaditigaranahyakniranahkognitif, ranahafektifdanranahpsikomotoris.
Setelahmelakukan guru mengambilkeputusanterhadapkemampuansiswa. Guru akanmempertimbangkamemberikanpenguatandalambentuklembarkerjasiswaatau LKS. LKS sebagai media pembelajaran yang berisimateri ajar yang beruparangkuman yang tetapmencakuptujuanpembelajarandanterdapatsoal-soallatihan yang dikerjakan. Laluapaketerkaitan LKS berisisoal-soal yang dapatmengukurkemampuansiswa. LKS jugadapatmenjadialatukurpenilaiankompetensisiswa.Sebagaialatukurkompetensisiswadibuatoleh guru.ApakahTaksonomi Bloom juga digunakandenganpenulisan LKS?Hal inimenarikkarenauntukmengukurkompetensimenggunakanTaksonomi Bloom.Masalahtersebutakandibahasdalammakalahini.

1.2  RumusanMasalah

Berdasarkanlatarbelakangdiatasdapatdirumuskanpermasalahan yang akandibahassebagaiberikut:

1.      ApaituTaksonomi Bloom?
2.      Apa saja ranah-ranah yang ada padaTaksonomi Bloom?
3.      ApaketerkaitanantaraTaksonomi Bloomdenganpenulisan LKS?


1.3  TujuanPenulisan

Berdasarkanrumusanmasalahdiatasdapattujuanmasalah yang akandibahassebagaiberikut:

1.      UntukmengetahuiTaksonomi Bloom.
2.      Untukmendeskripsikan ranah-ranah yang adapadaTaksonomi Bloom.
3.      UntukmendeskripsikanketerkaitanantaraTaksonomi Bloom denganpenulisan LKS.






BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Taksonomi Bloom

Kata taksonomi diambil dari bahasa Yunani yaitu “tassein” yang berarti untuk meng-klasifikasi dan “nomos” yang berarti aturan.Taksonomi dapat diartikan sebagai klasifikasi berhirarki dari sesuatu, atau prinsip yang mendasari klasifikasi.Di mana taksonomi yang lebih tinggi bersifat lebih umum dan taksonomi yang lebih rendah bersifat lebih spesifik.Semua hal yang bergerak, benda diam, tempat, dan kejadian, sampai pada kemampuan berfikir dapat diklasifikasikan menurut beberapa skema taksonomi.
Dalam pendidikan, taksonomi dibuat untuk mengklasifikasikan tujuan pendidikan. Dalam hal ini, tujuan pendidikan dibagi menjadi beberapa domain, yaitu: kognitif, afektif, dan psikomotor. Dari setiap ranah tersebut dibagi kembali menjadi beberapa kategori dan subkategori yang berurutan secara hirarkis (bertingkat), mulai dari tingkah laku yang sederhana sampai tingkah laku yang paling kompleks.Tingkah laku dalam setiap tingkat diasumsikan menyertakan juga tingkah laku dari tingkat yang lebih rendah.
Taksonomi ini pertama kali disusun oleh Benjamin S. Bloom dan kawan-kawan pada tahun 1956, sehingga sering pula disebut sebagai "Taksonomi Bloom".Taksonomi Bloom merujuk pada tujuan pembelajaran yang diharapkan agar dengan adanya taksonomi ini para pendidik dapat mengetahui secara jelas dan pasti apakah tujuan instruksional pelajaran bersifat kognitif, afektif atau psikomotor.Taksonomi berarti klasifikasi berhirarki dari sesuatu atau prinsip yang mendasari klasifikasi.

2.2 Ranah-Ranah dalam Taksonomi Bloom
1. Cognitive Domain (Ranah Kognitif)

Cognitive Domain adalah yang berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek intelektual, seperti pengetahuan, pengertian, dan keterampilan berpikir.Ranah kognitif meliputi fungsi memproses informasi, pengetahuan dan keahlian mentalitas.Ranah kognitif menggolongkan dan mengurutkan keahlian berpikir yang menggambarkan tujuan yang diharapkan. Proses berpikir mengekspresikan tahap-tahap kemampuan yang harus siswa kuasai sehingga dapat menunjukan kemampuan mengolah pikirannya sehingga mampu mengaplikasikan teori ke dalam perbuatan. Mengubah teori ke dalam keterampilan terbaiknya sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang baru sebagai produk inovasi pikirannya.

Bloom membagi domain kognisi ke dalam 6 tingkatan. Domain ini terdiri dari dua bagian: Bagian pertama berupa Pengetahuan (kategori 1) dan bagian kedua berupa Kemampuan dan Keterampilan Intelektual (kategori 2-6).

a. Pengetahuan ( Knowledge ).
Berisikan kemampuan untuk mengenali dan mengingat peristilahan, definisi, fakta-fakta, gagasan, pola, urutan, metodologi, prinsip dasar, dan sebagainya. Sebagai contoh, ketika diminta menjelaskan manajemen kualitas, orang yang berada di level ini bisa menguraikan dengan baik definisi dari kualitas, karakteristik produk yang berkualitas, standar kualitas minimum untuk produk, dan sebagainya.

b. Pemahaman ( Comprehension ).
Dikenali dari kemampuan untuk membaca dan memahami gambaran, laporan, tabel, diagram, arahan, peraturan, dan sebagainya. Sebagai contoh, orang di level ini bisa memahami apa yang diuraikan dalam fish bone diagrampareto chart, dan sebagainya.

c. Aplikasi ( Application ).
Di tingkat ini, seseorang memiliki kemampuan untuk menerapkan gagasan, prosedur, metode, rumus, teori, dan sebagainya di dalam kondisi kerja. Sebagai contoh, ketika diberi informasi tentang penyebab meningkatnya reject di produksi, seseorang yang berada di tingkat aplikasi akan mampu merangkum dan menggambarkan penyebab turunnya kualitas dalam bentuk fish bone diagram.

d. Analisis ( Analysis ).
Di tingkat analisis, seseorang akan mampu menganalisa informasi yang masuk dan membagi-bagi atau menstrukturkan informasi ke dalam bagian yang lebih kecil untuk mengenali pola atau hubungannya, dan mampu mengenali serta membedakan faktor penyebab dan akibat dari sebuah skenario yang rumit. Sebagai contoh, di level ini seseorang akan mampu memilah-milah penyebab meningkatnya reject, membanding-bandingkan tingkat keparahan dari setiap penyebab, dan menggolongkan setiap penyebab ke dalam tingkat keparahan yang ditimbulkan.

e. Sintesis ( Synthesis ).
Satu tingkat di atas analisa, seseorang di tingkat sintesa akan mampu menjelaskan struktur atau pola dari sebuah skenario yang sebelumnya tidak terlihat, dan mampu mengenali data atau informasi yang harus didapat untuk menghasilkan solusi yang dibutuhkan. Sebagai contoh, di tingkat ini seorang manajer kualitas mampu memberikan solusi untuk menurunkan tingkat reject di produksi berdasarkan pengamatannya terhadap semua penyebab turunnya kualitas produk.

f. Evaluasi ( Evaluation )
Dikenali dari kemampuan untuk memberikan penilaian terhadap solusi, gagasan, metodologi, dan sebagainya dengan menggunakan kriteria yang cocok atau standar yang ada untuk memastikan nilai efektivitas atau manfaatnya.Sebagai contoh, di tingkat ini seorang manajer kualitas harus mampu menilai alternatif solusi yang sesuai untuk dijalankan berdasarkan efektivitas, urgensi, nilai manfaat, nilai ekonomis, dan sebagainya.

2.      Affective Domain (Ranah Afektif)

Affective Domain berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek perasaan dan emosi, seperti minat, sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian diri. Pembagian domain ini disusun Bloom bersama dengan David Krathwol.
a. Penerimaan ( Receiving/Attending ).
Kesediaan untuk menyadari adanya suatu fenomena di lingkungannya.Dalam pengajaran bentuknya berupa mendapatkan perhatian, mempertahankannya, dan mengarahkannya.
b. Tanggapan ( Responding ).
Memberikan reaksi terhadap fenomena yang ada di lingkungannya.Meliputi persetujuan, kesediaan, dan kepuasan dalam memberikan tanggapan.
c. Penghargaan ( Valuing ).
Berkaitan dengan harga atau nilai yang diterapkan pada suatu objek, fenomena, atau tingkah laku.Penilaian berdasar pada internalisasi dari serangkaian nilai tertentu yang diekspresikan ke dalam tingkah laku.
d. Pengorganisasian ( Organization )
Memadukan nilai-nilai yang berbeda, menyelesaikan konflik di antaranya, dan membentuk suatu sistem nilai yang konsisten.
e. Karakterisasi Berdasarkan Nilai-nilai (Value Complex)
Memiliki sistem nilai yang mengendalikan tingkah-lakunya sehingga menjadi karakteristik gaya-hidupnya.


3.      Psychomotor Domain (Ranah Psikomotor).

Psychomotor Domain berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek keterampilan motorik seperti tulisan tangan, mengetik, berenang, dan mengoperasikan mesin,dan lain-lain.
Rincian dalam domain ini tidak dibuat oleh Bloom, tapi oleh ahli lain berdasarkan domain yang dibuat Bloom.

a.  Persepsi (Perception)
Penggunaan alat indera untuk menjadi pegangan dalam membantu gerakan.

b.  Kesiapan (Set).
     Kesiapan fisik, mental, dan emosional untuk melakukan gerakan.

c.  Merespon (Guided Response).
Tahap awal dalam mempelajari keterampilan yang kompleks, termasuk di dalamnya imitasi dan gerakan coba-coba.

d.  Mekanisme ( Mechanism ).
Membiasakan gerakan-gerakan yang telah dipelajari sehingga tampil dengan meyakinkan dan cakap.

e.  Respon Tampak yang Kompleks ( Complex Overt Response ).
Gerakan motoris yang terampil yang di dalamnya terdiri dari pola-pola gerakan yang kompleks.

f.   Penyesuaian ( Adaptation ).
Keterampilan yang sudah berkembang sehingga dapat disesuaikan dalam berbagai situasi.

g.  Penciptaan ( Origination ).
Membuat pola gerakan baru yang disesuaikan dengan situasi atau permasalahan tertentu.


2.3 Taksonomi Bloom pada Lembar Kerja Siswa
Sebelumnya diketahui bahwa taksonomi bloom meliputi 3 ranah yaitu afektif, kognisi dan psikomotor. Pada sub bab ini kami akan memaparkannya satu persatu.
§  Afektif
Afektif ialah perilaku-perilaku yang menekankan aspek perasaan dan emosi, seperti minat, sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian diri. Aspek afektif ini haruslah tertanam pada sebuah LKS karena bagaimana peserta didik belajar mengendalikan dan menanamkan sikap maupun mental dalam kehidupan sehari-hari.
Ranah afektif meliputi lima jenjang kemapuan yaitu:
a)      Meneriama, yakni semacam kepekaan dalam menerima rangsangan (stimulus) dari luar yang datang kepada siswa dalam bentuk masalah, situasi, gejala, dll.
b)      Menjawab, yakni reaksi yang diberikan oleh seseorang terhadap stimulasi yang datang dari luar
c)      Menilai, yaitu yang berkenaan dengan nilai dan kepercayaan terhadap gejala atau stimulus.
d)     Organisasi, yakni pengembangan dari nilai kedalam satu sistem organisasi, termasuk hubungan satu nilai dengan nilai lain, pemantapan dan prioritas nilai yang telah dimilikinya.
e)      Karakteristik nilai atau internalisasi nilai, yakni keterpaduan sistem nilai yang telah dimiliki sesorang , yang mempengaruhi kepribadian dan tingkah lakunya.
§  Kognisi
Berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek intelektual, seperti pengetahuan, pengertian, dan keterampilan berpikir.Ranah kognitif meliputi fungsi memproses informasi dan pengetahuan.Jelas pada sebuah LKS, aspek ini haruslah ada, karena aspek iniah yang menjadi sumber informasi dan materi yang ada pada sebuah LKS.Tanpa aspek ini maka sebuah LKS hanya sekedar tampat latihan menjawab soal-soal saja tanpa adanya teori dan materi yang membantu.
Istilah pengetahuan dimaksudkan sebagai terjemahan dari kataknowledge dalam taksonomi Bloom, pengetahuan adalah aspek yang paling dasar dalam taksonomi Bloom.Namun, tipe hasil belajar ini menjadi prasarat bagi tipe hasil belajar berikutnya.Dalam jenjang kemampuan ini seseorang di tuntut untuk dapat mengenali atau mengetahui adanya konsep, fakta, dll tanpa harus mengetahui atau dapat menggunakannya. Bentuk soal yang sesuai untuk mengukur kemampuan ini antara lain: benar-salah, menjodohkan isian atau jawaban singkat dan pilihan ganda.
§  Psikomotor
Berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek keterampilan.Hasil belajar psikomotoris tampak dalam bentuk keterampilan (skill) dan kemampuan bertindak individu. Ranah psikomotoris meliputi tiga tingkatan keterampilan yakni :

a)      Keterampilan motorik (muscular or motor skills) yaitu: memperlihatkan gerak, menunjukan hasil, menggerakan, menampilkan, melompat dan sebagainya.
b)      Manipulasi benda (manipulation of materials or objects) : menyusun, membentuk, memindahkan, menggeser, mereparasi, dan sebagainya.
c)      Koordinasi neuromuscular, menghubungkan, mengamati, memotong dan sebagainya.





BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dalampendidikan, taksonomidibuatuntukmengklasifikasikantujuanpendidikan. Dalamhalini, tujuanpendidikandibagimenjadibeberapa domain, yaitu: kognitif, afektif, danpsikomotor. Dari setiapranahtersebutdibagikembalimenjadibeberapakategoridansubkategori yang berurutansecarahirarkis (bertingkat), mulaidaritingkahlaku yang sederhanasampaitingkahlaku yang paling kompleks. Tingkahlakudalamsetiaptingkatdiasumsikanmenyertakanjugatingkahlakudaritingkat yang lebihrendah.








DAFTAR PUSTAKA


Ari Kunto Suharsisni, “Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan”, Bumi Aksara ; jakarta : 2012

Sanjaya Wina, “ Perencanaan& Desain Sistem Pembelajaran”, Kencana Prenada Media Grup ; jakarta : 2010

Sudjana Nana, “Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar” , PT.Remaja Rusda Karya ; Bandung : 2006


Tidak ada komentar:

Posting Komentar